Jumat, 28 Januari 2011

SEJARAH BUMI

 2.1.1.  PROSES TERJADINYA BUMI

Bumi terbentuk bersamaan dengan terbentuknya tata surya di jagad raya, ada beberapa teori yang mendasari  proses terbentuknya bumi.
1. Teori kabut (Nebular hypotesis)
     Teori ini dikemukakan oleh seorang filsuf Jerman , Immanuel Kant (1724 – 1804) dan seorang filsuf Prancis, Pierre Simon De Laplace (1749 – 1827).
     Immanuel Kant menyatakan di jagad raya terdapat gumpalan kabut besar yang berputar  ,makin lama bagian tengah gumpalan kabut berubah menjadi gumpalan gas yang  akhirnya menjadi matahari, bagian kabut yang masih tersisa di sekitarnya berubah menjadi planet dan satelit.
     Pierre Simon De Laplace menyatakan tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin sehingga membentuk gumpalan-gumpalan kabut gas , karena pendinginan perputarannya semakin cepat sehingga membentuk bola-bola padat (planet-planet) , dan intinya menjadi matahari.
2. Teori Planetisimal
     Teori ini dikemukakan oleh  geolog berkembangsaan Amerika Serikat  yang bernama Thomas C. Chamberlin (1843 – 1928) dan Forest R. Moulton (1872 – 1952). Teori ini menyatakan bahwa matahari yang sudah ada dari dulu berpapasan dengan sebuah bintang dan terjadilah pasang/daya tarik menarik pada permukaan bintang dan matahari, setelah bintang menjauh sebagian massa matahari yang tertarik jatuh kembali ke matahari dan sebagian terhambur membentuk pecahan-pecahan massa di sekitar matahari yang membentuk gumpalan-gumpalan planetisimal yang akhirnya menjadi palnet-planet seperti sekarang.
·        3.        Teori Pasang Surut
     Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Buffon (1707 – 1788), kemudian diperbaiki oleh ilmuwan dari Inggris yaitu Sir James Jeans (1877 – 1946) dan Harold Jeffrys (1891 – 1919). Teori ini menyatakan pada suatu waktu lewatlah sebuah bintang dekat matahari, kemudian terjadi daya tarik menarik antara bintang dengan matahari yang mengakibatkan lepasnya massa matahari yang berbentuk cerutu dan gumpalan-gumpalan yang mengalami pemadatan di sekitar matahari sehingga membentuk planet-planet dan satelit.
4. Teori Awan Debu (Proto Planet)
     Teori ini dikemukakan oleh Carl Von Weizsaecker (1940-an) yang disempurnakan oleh Gerard P. Kuiper (1950-an). Teori ini menyatakan bahwa matahari beserta planet nya berasal dari kabut gas dan debu (helium dan hidrogen) yang tersebar tipis-tipis di angkasa dalam jumlah yang sangat banyak , awan gas ini  mengalami pemutaran dan pemadatan membentuk seperti cakram ( bagian tengah lebih tebal dibanding bagian pinggirnya)yang berubah menjadi matahari.
5.        Teori Bintang Kembar
     Teori ini dikemukakan oleh R.A. Lyttleton (1930). Lyttleton Beranggapan bahwa matahari mempunyai sebuah bintang sebagai kembarannya. Bintang kembaran matahari tersebut kemudian meledak menjadi unsur-unsur gas dan terperangkap oleh gaya gravitasi matahari, kemudian mendingin membentuk planet-planet dan satelit-satelitnya yang mengelilingi matahari dan membentuk tata surya.


2.1.2.  SEJARAH PERKEMBANGAN MUKA BUMI
              

DASAR TEORI PERKEMBANGAN BENTUK MUKA BUMI

Permukaan bumi selalu mengalami perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu, hal ini menunjukkan adanya dinamika yang terjadi dipermukaan bumi sebagai akibat adanya aktivitas tenaga endogen dan tenaga eksogen.  Ada beberapa teori yang mengemukakan tentang permukaan bumi, teori itu antara lain :
1. Teori  Apungan Benua (Contenental Drift Theory)
     Teori ini di kemukakan oleh Alfred Lothar Wegener pada tahun 1912 dalam bukunya The Origin of the Continent`s  and Ocean`s.  Menurut Wegener, di permukaan bumi pada awalnya hanya terdapat sebuah daratan / benua besar yang disebut Pangea yang dikelilingi oleh laut/samudera Thetys/Panthalasa. Massa daratan ini pecah dan bergeser ke arah ekuator dan barat mencapai posisi seperti sekarang. Teori Apungan Benua didasari oleh berberapa bukti antara lain :
     a.  Bukti kemiripan bentuk akibat terpecahnya daratan :
           1. Formasi geologi lekukan pantai Amerika Selatan bagian timur dengan  
               lekukan pantai Afrika bagian barat.

           2. Adanya kesesuaian bentuk pantai pada kedua sisi samudera Atlantik  
               Utara yaitu pantai benua Eropa bagian barat dengan pantai timur
               Amerika Serikat.
     b.  Bukti struktur dan tipe batuan :
          1.  Ditemukannya batuan dengan tipe dan struktur yang sama di pantai
               Barat Benua Afrika dengan di pantai timur Amerika Serikat.
          2.  Rangkaian Pegunungan Appalachia yang menjurus ke timur melintasi
               Amerika Serikat, New Foundland, tiba-tiba putus dan muncul lagi di   
               Irlandia dan Inggris.
     c. Bukti  Paleontologik :
         Ditemukannya fosil-fosil binatang purba di pantai Amerika Selatan dan
         pantai barat  Afrika Selatan.
     d. Bukti Glasiasi
         Ditemukannya goresan-goresan massa gletser pada batuan di ujung benua
        Amerika Selatan, Afrika Selatan, Australia dan India.
     e. Bukti Pergeseran
         1. Greendland bergerak menjauhi benua Eropa dengan kecepatan 36
             meter pertahun. Pulau Madagaskar bergeser menjauhi Afrika Selatan .
         2. India bergerak ke utara bertabrakan dengan lempeng Erasia dan
             membentuk pegunungan Himalaya.


2. Teori Laurasia - Gondwana
     Teori ini dikemukakan oleh Edward Suess dalam bukunya The Face of the Earth (1884) dan Frank B. Taylor (1910) mengemukakan teorinya bahwa pada mulanya terdapat dua benua, yaitu Laurasia di kutub utara dan Gondwana dikutub selatan.Kemudian kedua benua tersebut bergerak menuju ekuator dan terpecah-pecah. Benua Gondwana pecah dan membentuk Amerika Selatan, Australia, India, dan Antartika. Benua Laurasia pecah dan membentuk Asia dan Eropa.

3. Teori   Konveksi
     Teori ini dikemukakan oleh Harry H. Hess (1962), teori ini mengemukakan bahwa terjadi aliran konveksi ke arah vertikal di dalam lapisan astenosfer yang agak kental  yang berpengaruh sampai ke kerak bumi yang ada di atasnyayang menyebabkan batuan kerak bumi menjadi lunak dan mengakibatkan permukaan bumi menjadi tidak rata.      



4. Teori Kontraksi
      Teori ini dikemukakan oleh James Dana di AS (1847) dan Elie de Baumant di Eropa (1852). Teori ini menyatakan bahwa kerak bumi mengalami pengerutan karena terjadinya pendinginan di bagian dalam bumi akibat konduksi panas. Pengerutan-pengerutan ini mengakibatkan bumi menjadi tidak rata.

5. Teori Pemekaran Dasar Samudera  ( Sea Floor Spreading)  
     Teori ini dikemukakan oleh Robert Diesz, seorang ahli geologi dari Amerika Serikat yang mengembangkan teori konveksi yang dikemukakan oleh Hess. Penelitian topografi dasar laut yang dilakukannya menemukan bukti-bukti tentang terjadinya pergeseran dasar laut dari arah punggung dasar laut ke dua sisinya.

6. Teori Lempeng Tektonik
     Teori ini dikemukakan oleh ahli geofisika Inggris, Mc. Kenzie dan Robert Parker yang menyempurnakan teori-teori sebelumnya. Kerak bumi dan lithosfer yang mengapung diatas lapisan astenosfer dianggap satu lempeng yang saling berhubungan. Aliran konveksi yang keluar dari punggung laut menyebar  ke kedua sisinya, sedangkan di bagian lain akan kembali ke lapisan dalam dan bercampur dengan materi di lapisan itu. Daerah tempat masuknya materi tersebut merupakan patahan (transform fault) yang ditandai dengan adanya palung laut dan pulau vulkanis.

     Pada saat ini di permukaan bumi terdapat enam lempeng utama yaitu :
     a. Lempeng Eurasia, wilayahnya meliputi Eropa, Asia, daerah pinggirannya
         termasuk Indonesia.
     b. Lempeng Amerika, wilayahnya meliputi Amerika Utara, Amerika Selatan, 
         dan setengah bagian barat Lautan Hindia.

     c. Lempeng Afrika, wilayahnyameliputi Afrika, dan bagian Lautan Atalntik,  
         bagian barat Lautan Hindia.
     d. Lempeng Pasifik, wilayahnya meliputi seluruh lempeng di Lautan Pasifik.
     e. Lempeng India-Australia, wilayahnya meliputi lempeng Lautan Hindia
         serta subkontinen India dan Australia bagian barat.
     f. Lempeng Antartika, wilayahnya meliputi kontinen Antartika dan lempeng
        Lautan Antartika.



       ZONA GERAKAN LEMPENG DUNIA

            Zona lempeng yang merupakan batas antara dua lempeng terdiri atas tiga zona , yaitu :
1.     Zona lempeng divergen.
                    Pada zona ini terjadi gerakan lempeng yang saling tarik menarik, membelah diri, dan memekar dengan arah yang saling berlawanan. Akibatnya terbentuk sistem celah yang memanjang atau melengkung atau dapat bercabang-cabang, yang diikuti  dengan keluarnya magma yang bersifat basalt dari astenosfer yang membentuk punggung tengah samudera (mid oceanic ridges), yang terhampar luas dan membentuk kerak lempeng dasar samudera.







2.     Zona lempeng Konvergen

Zona ini merupakan pertemuan dua lempeng atau lebih. Pada zona ini lempeng saling berbenturan dan dorong-mendorong sehingga banyak gejala yang ditimbulkan. Lempeng samudera dengan berat jenis yang lebih berat dari lempeng benua akan menukik di bawah lempeng benua dan masuk ke dalam astenosfer. Proses penukikan ini disebut subduksi (subduction) membentuk zona subduksi (subduction zone) yang merupakan pusat penyebaran gunung api dan gempa bumi. Pada zona konvergen terdapat dua macam tumbukan :
a.      Antara dua lempeng benua
Tumbukan antara lempeng benua dengan lempeng benua yang berat jenisnya sama-sama ringan akan menghasilkan bentuk lipatan. Seperti pegunungan Himalaya hasil konvergensi antara lempeng benua India  dengan lempeng benua Erasia, pegunungan Ural merupakan konvergensi antara lempeng benua Eropa dengan lempeng benua Asia.
b.     Antara lempeng benua dengan lempeng samudera.

Pada zona subduksi ini berat lempeng samudera lebih berat, akan mengalami penunjaman ke bawah menuju astenosfer. Lempeng benua yang bersifat ringan tetap berada di atas dan mengalami deformasi tektonik, membentuk pegunungan-pegunungan lipatan, patahan, sesar sungkup, palung laut, dan lainnya.
Beberapa bentukan hasil subduksi antara lain :
1.     Kepulauan Jepang terbentuk akibat konvergensi antar lempeng Pasifik dan lempeng Cina
2.     Pegunungan Andes, merupakan hasil konvergensi antara lempeng samudera Pasifik Timur dengan lempeng benua Amerika.
3.     Jalur pegunungan  Mediterania di Indonesia yang membusur dari Sumatera, Jawa,Bali,NTB,NTT sampai kepulauan Saparua yang terjadi akibat konvergensi antara lempeng Hindia Australia yang bergerak ke utara dengan lempeng Erasia yang bergerak ke selatan.

3.   Zona lempeng berpapasan
       Pada zona ini terdapat pergeseran dua lempeng dengan arah yang
       berlawanan. Pergeseran ini mengakibatkan tekumpulnya energi pada















Menurut para ahli bumi terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Relief atau bentuk muka bumi selalu mengalami perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu, hal ini terjadi disebabkan oleh tenaga geologi yaitu tenaga yang berasal dari dalam bumi (endogen) dan tenaga dari luar bumi (eksogen). Sejalan dengan kemajuan berpikir manusia, para ahli membagi perkembangan muka bumi menjadi beberapa tahap atau masa yaitu :
1.     Masa Prokambium
2.     Masa Paleozoikum
3.     Masa Mesozoikum
4.     Masa Kenozoikum

·        1. Masa Prokambium
    
    Masa Prokambium terbagi menjadi dua zaman yaitu :
a.     Zaman Arkeozoikum
Terjadi pembentukan batuan kerak bumi, awal munculnya kehidupan di samudera yaitu berupa ganggang (Stromatin) dan bakteri (Cyanabacteria). Zaman ini berakhir 2.500.000.000 tahun yang lalu.
b.      Zaman Protozoikum
Mulai terjadi erkembangan atmosfer hidrosfer,kehidupan semakin kompleks yaitu dari hewan uniseluler (Eurkariyotik) menjadi multiseluler (Prokariyotik). Zaman ini berakhir 590.000.000 tahun yang lalu.
2.  Masa Paleozoikum
     Masa Paleozoikum terbagi menjadi enam zaman yaitu :
a.     Zaman Kambrium
Bumi masih berbentuk lautan dan sebuah daratan yang disebut Gondwana. Zaman ini berakhir 500.000.000 tahun yang lalu.
b.     Zaman Ordovisum
Gondwana masih menutupi celah samudera, kemudian samudera meluap dan terjadi zaman es. Zaman ini berakhir 440.000.000 tahun yang lalu.
c.      Zaman Selur
Terbentuk deretan pegunungan yang melintasi Skotlandia,Skandinavia, pantai utara Amerika. Zaman ini berakhir 410.000.000 tahun yang lalu.

d.     Zaman Devon
Ditandai dengan menyurutnya samudera , terbentuknya daerah Greenland dan Eropa Timur. Zaman ini berakhir 360.000.000 tahun yang lalu.
e.     Zaman Karbon
Terbentuk daratan Pangea. Zaman ini berakhir 260.000.000 tahun yang lalu.
f.       Zaman Perme
Terjadi pembekuan di daerah Antartika dan Afrika. Terjadi iklim gurun di daerah utara.  Zaman ini berakhir 250.000.000 tahun yang lalu.
        3.Masa Mesozoikum
    Masa Mesozoikum terbagi menjadi tiga zaman yaitu :
a.     Zaman Tiras
Benua Pangea bergerak ke utara, daerah gurun terbentuk, es di selatan mencair. Zaman ini berakhir 210.000.000 tahun yang lalu.
b.     Zaman Jura
Benua Pangea terpecah, Amerika Utara memisahkan diri dari Afrika, Amerika Selatan memisahkan diri dari Antartika dan Australia. Zaman ini berakhir 140.000.000 tahun yang lalu.
c.      Zaman Kapur
India memisahkan diri dari Afrika. Zaman ini berakhir 65.000.000 tahun yang lalu.
        4.Masa Kenozoikum
                Masa Kenozoikum terbagi menjadi enam kala yaitu :
a.     Kala Paleosin
Ditandai dengan munculnya primata, hewan pemakan rumput, burung,sebagian reptil, kegiatan magma mulai intensif. Pada kala ini juga terjadi hujan meteor yang menyebabkan kebakaran hutan yang luas disertai badai angin dan tsunami. Kala ini berakhir 56.700.000 tahun yang lalu.
b.     Kala Eosen
Ditandai dengan berakhirnya proses pecahnya benua Pangea. Afrika menabrak Eropa, India terus bergerak ke daerah Asia yang menybabkan munculnya pegunungan Himalaya. Kala ini berakhir 35.500.000 tahun yang lalu.
c.      Kala  Oligosen
Ditandai laut menyempit,daratan bertambah luas. Kala ini berakhir 24.000.000 tahun yang lalu.

d.     Kala Miosen
Ditandai padang rumput bertambah luas, hutan semakin berkurang. Kala ini berakhir 5.000.000 tahun yang lalu.

e.     Kala Pliosen
Ditandai dengan sejumlah tumbuhan yang mati karena semakin dingin. Kala ini berakhir 1.800.000 tahun yang lalu.
f.       Kala Pleistosen
Dikenal sebagai zaman es. Pada kala ini terjadi glasiasi berkali-kali. Glasiasi terakhir terjadi 25.000 tahun yang lalu. Akibatnya sebagian daerah Eropa, Amerika bagian utara, Asia bagian utara, Pegunungan Alpen, dan Himalaya tertutup Es.


2.1.3.            KARAKTERISTIK PERLAPISAN BUMI

Para ilmuwan meneliti karakteristik perlapisan bumi dari peristiwa-peristiwa alam yang terjadi seperti gempa bumi dan letusan gunung api yang mengeluarkan isi perut bumike permukaan bumi. Berdasarkan  penelitian Andrija  Mohorovicic, seorang ilmuwan Kroasia, yang mempelajari trasmisi gelombang gempa lokal, dia menyimpulkan bahwa terdapat batas sepanjang 21 mil ke dalam bumi. Batas ini menandai kerak bumi.
Secara struktur lapisan bumi dibagi menjadi tiga lapisan utama, yaitu kerak bumi(crush), selimut (mantle), dan inti (core).
1.   Kerak bumi (crush)
       Merupakan lapisan kulit bumi yang paling luar (permukaan bumi) yang ketebalan lapisannya mencapai 70 km dan merupakan lapisan amg terdiri dari batuan-batuan basa dan masam. Lapisan kerak bumi juga sering disebut dengan litosfer yang terdiri dari kerak samudera dan kerak benua.
2.   Selimut/selubung (mante)
       Merupakan lapisan yang letaknya di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat.
3.   Inti bumi (core)
       Merupakan lapisan paling dalam dari struktur bumi. Lapisan ini dibedakan menjadi inti luar dan inti dalam. Inti luar ketebalannya mencapai 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 derajat Celcius. Inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km, terdiri dari nikel (Ni) dan besi (Fe) yang suhunya mencapai 4.500 derajat Celcius.



      







                                                 



2.1.4.                 TEORI LEMPENG TEKTONIK DAN KAITANNYA DENGAN PERSEBARAN  
               GUNUNG API DAN GEMPA BUMI      
             
            2.1.4. A.  TEORI LEMPENG TEKTONIK DAN KAITANNYA DENGAN
                             PERSEBARAN GUNUNG API 
Energi yang berada dalam bumi menekan dasar laut ke atas ( karena pada awalnya bumi sebagian besar terdiri atas lautan). Tekanan itu menimbulkan berbagai bentuk muka bumi seperti yang tampak saat ini. Salah bentuk muka bumi adalah pegunungan yang terjadi karena pergeseran lempeng-lempeng tektonik. Arus-arus vertikal yang jauh di dalam bumi selubung bumi naik ke permukaan sehingga lempeng-lempeng kerak bumi akan makin bergerak karena tekanan ini. Jika lempengan-lempengan massa daratan ini saling bergesekan atau  tumbukan, kadang-kadang terbentuk gunung. Seperti pegunungan Himalaya dan pegunungan Alpen terbentuk dengan cara ini yaitu ketika India menumbuk bagian bawah Asia, pegunungan Alpen timbul ketika daratan Italia mendesak masuk Eropa. Contoh lain ketika Amerika Utara dan Amerika Selatan mengapung ke arah barat dan menumbuk lempeng samudera Pasifik yang besar, membentuk rangkaian pegunungan dari Alaska, pegunnungan Andes dan pegunungan Rocky, dan akibat tumbukan itu pula terbentuk gunung yang berada di bawah permukaan laut, beberapa di antaranya merupakan gunung api. Gunung Mauna Loa di Hawaii (4.150 m dpl) merupakan contoh gunung api yang muncul dari dalam laut akibat pergerakan lempeng tektonik.
Gunung api juga banyak terdapat di Indonesia yang terbentuk dari tiga sistem pokok yaitu :
1.         Sistem Sunda / rangkaian Sirkum Mediterania.
            Sistem ini dimulai dari Arakan Yoma di Myanmar sampai ke Kepulauan Banda di Maluku.
2.         Sistem Busur Tepi Asia / rangkaian Sirkum Pasifik
           Sistem ini dimulai dari Kamasyatku di Jepang, Filipina, Kalimantan,        
           dan Sulawesi.
3.         Sistem Sirkum Australia
                       Sistem ini dimulai dari Selandia Baru melalui Kaledonia Baru ke  
                      Irian.

            Gunung berapi-gunung berapi dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a.    Kumpulan Sunda, dimulai dari ujung Sumatera Utara,Jawa, Bali, sampai Alor. Kumpulan ini termasuk rangkaian busur dalam pegunungan Lipatan muda Mediterania.
b.   Kumpulan Bhontain, meliputi wilayah Sulswesi Selatan.
c.    Kumpulan Minahasa dan Sangihe Talaud, meliputi wilayah sulawesi Utara dengan Soputan dan Lokon yang masih aktif. Kumpulan ini termasuk rangkaian pegunungan Sirkum Pasifik.
d.   Kumpulan Halmahera, terdapat di antara Tobelo dan Makian dengan gunungnya Gunung berapi Tidore dan gunung berapi Maitara.
e.    Kumpulan Banda, yaitu kumpulan gunung yang muncul dari dasar laut di laut Banda dengan ketinggian tidak lebih dari 1.000 m dpl. Kumpulan ini termasuk rangkaian  Pegunungan Mediterania.
           
     2.1.4.B. TEORI LEMPENG TEKTONIK DAN KAITANNYA DENGAN GEMPA  
                    BUMI      
            Jika lempeng tektonik saling bergesekan dan menekan kemudian bertumbukan maka akan menimbulkan tekanan yang sangat besar. Jika tekanannya besar maka akan timbul retakan dan patahan. Tekanan yang menimbulkan retakan atau patahan ini akan menyebabkan bumi berguncang, yang sering disebut dengan gempa bumi.
Berdasarkan sebab terjdinya, gempa dibedakan menjadi tiga macam yaitu :
1.        Gempa tektonik
2.        Gempa vulkanik
3.        Gempa runtuhan/terban




Kompetensi Dasar : 2.2. Mendeskripsikan tata surya dan jagat raya

Materi Pembelajaran : 
2.2.1. Teori tentang terjadinya jagad raya  

            Jagad raya adalah ruang dunia / alam semesta yang sangat luas yang tidak terukur dengan segala isinya. Proses terjadinya jagad raya didasari beberapa teori, antara lain :
1.        Teori ledakan besar (big bang theory).
            Menurut teori ini bahwa alam semesta berasal dari ledakan yang sangat        dahsyat dari masa tunggal yang mempunyai kerapatan tak terhingga.
Teori ini pertama kali diusulkan oleh George  Gamow (1904 – 1968) pada tahun 1948. Teori ini didukung oleh ahli fisika teoritis yaitu Stephen Hawking.       
2.        Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory)  
            Teori ini dikemukakan oleh Herman Bondi, Thomas Gold, Fred Hoyle pada tahun 1948. Menurut teori ini bahwa jagad raya selalu berada dalam keadaan seperti yang terlihat pada saat ini, yaitu tidak akan berubah dan akan selalu tampak sama.          
3.        Teori Jagad Raya Mengembang
            Teori ini dikemukakan oleh Edwin Hubble. Menurut  Hubble, ditemukan galaksi-galaksi bergerak saling menjauhi. Hal ini berarti bahwa jagad raya mengembang menjadi lebih luas. Teori inididukung oleh Vesto Sliper, Allan Guth, dan Paul Davies.

Alam semesta berisi jutaan galaksi. Galaksi adalah kumpulan bintang-bintang,planet, gas, debu, nebula, dan benda-benda langit lain yang membentuk pulau-pulau di dalam ruang hampa jagad raya.

Ciri-ciri Galaksi :
1.   Galaksi mempunyai cahaya sendiri bukan cahaya pantulan.
2.   Jarak antara satu galaksi dengan galaksi lain jutaan tahun cahaya.
3.   Galaksi mempunyai bentuk-bentuk tertentu.
                                                                                           
Bentuk-bentuk galaksi :
1.   Bentuk elips
                   Bentuk elips ini tidak menghasilkan bintang baru, sebab gas dan
       debu sudah habis terbakar. Galaksi elips antara lain Skulptor,   
       Formaks, NGC 205, Ursa Mayor.
2.    Bentuk Spiral/pilin
                   Merupakan kelompok bintang dengan lengannya yang banyak
       terdapat bintang yang sedang terbetuk. Galaksi spiral antara lain :
                   a.  Andromeda
                    b. NGC 7741
                    c.  Bima Sakti
                    d. Markarian 348
                   e. Nebulae
            3.    Bentuk tak beraturan (iregulargalaxy)
                    Galaksi ini tidak mempunyai bentuk, tidak simetris, dan tidak
                   mempunyai ciri khusus. Galaksi ini antara lain galaksi Magellan.

2.2.2.    Anggapan-anggapan tentang jagad raya
           
            Sejalan dengan beberapa teori tentang jagad raya, maka muncullah anggapan-anggapan tentang jagad raya. Anggapan-anggapan tersebut antara lain :
a.   Anggapan Antroposentris.
       Antroposentris (anthropos = manusia, centrum = pusat), adalah anggpan yang menyatakan bahwa manusia sebagai pusat segalanya. Anggapan ini muncul ketika manusia masih primitif yang menganggap bahwa bumi, matahari, bulan, bintang, serupa dengan tumbuhan, hewan dan manusia. Bangsa Babilonia (2.000 tahun SM) menggambarkan alam semesta ini merupakan kubah tertutup, dengan bumi sebagai lantainya. Dari bumi pada waktu siang hari dapat melihat dan memperoleh cahaya dan panas matahari, dan pada malam hari dapat melihat jutaan bintang dan benda angkasa lainnya.Benda angkasa seolah-olah bergerak dari titik terbit  dan mengitari pengamat hingga sampai pada titik terbenam. Oleh karena itu, berdasar perasaan pengamat itulah orang menduga bahwa manusia yang melihat benda angkasa tidak lain akan menjadi pusat peredarannya.

b.   Anggapan Geosentris
       Geosentris (geo = bumi, centris = pusat), adalah anggapan yang menyatakan bahwa bumi  merupakan pusat semesta alam. Semua benda langit mengelilingi bumi, dan semua kekuatan alam berpusat di bumi. Bangsa  Yunani kuno, Tionghoa, India, Babilonia, dan Mesir telah lama menyelidikinya. Mereka menganggap  bahwa bumilah yang sebenarnya menjadi pusat peredaran ruang angkasa, anggapan ini dinamakan anggapan geosentris.
       Beberapa ahli pendukung anggapan geosentris antara lain Socrates, Plato, Aristoteles, Tales, Anaximander, Phytagoras.













                                                             






                    

c.    Anggapan Heliosentris
     Heliosentris (Helio = matahari, centrum = pusat), adalah anggapan yang menyatakan bahwa pusat jagad raya adalah matahari. Anggapan ini dikemukakan oleh Nicolas Copernicus (1473 – 1543 ) dalam bukunya  De Revolutionibus Orbium Caelestium . Diamenyatakan bahwa bukan bumi yang merupakan pusat peredaran ruang angkasa tetapilah mataharilah yang menjadi pusat peredaran benda-benda. Beberapa ahli pendukung teori heliosentris antara lain : Bruno, Johanes Kepller, Galileo, Isaac Newton
           


                       

    






  









                                                                












2.2.2.    Teori Terjadinya tata surya
                Teori terjadinya tata surya antara lain : teori kabut, teori planetisimal, teori pasang surut, teori awan debu, teori bintang kembar.
           
            ANGGOTA  TATA  SURYA
            Tata surya adalah merupakan suatu sistem yang terbentuk dari matahari dan planet-planet yang mengelilinginya. Anggota tata surya terdiri dari :
1.        Matahari
2.        Planet
3.        Komet
4.        Meteor
5.        Satelit
6.        Asteorid





#1. Matahari
            Matahari adalah bola gas raksasa yang memancarkan cahayanya sendiri.
       a.   Susunan kimia matahari
              Matahari tersusun dari inti-inti atom dan elektron-elektron yang   
             bergerak acak dengan kelajuan yang tinggi, yang membentuk plasma.
              Suhu di dalam inti matahari dapat  mencapai 14.000.000 K, sedangkan
             di permukaannya mencapai antara 5.000 hingga 6.000 K.  
                             Tabel 1. Unsur-unsur penyusun Matahari
Unsur Massa
Lambang kimia
Persentase
Hidrogen
Helium
Oksigen
Karbon
Neon
Besi
Nitrogen
Silikon
Magnesium
Sulfur
Nikel
H
He
O2
C
Ne
Fe
N
Si
Mg
S
Ni

76,4 %
21,8 %
0,8 %
0,4 %
0,2 %
0,1 %
0,1 %
0,08 %
0,07 %
0,05 %
0,01 %


        b.    Bagian-bagian matahari
                        Matahari terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:
                1.    Fotosfer
                       Fotosfer adalah bagian permukaan matahari yang tampak
                       menyerupai priringan berwarna emas.
                2.    Atmosfer Matahari, dibedakan menjadi dua yaitu:
                       a. Kromosfer, yaitu lapisan luar dari fotosfer yang tampak
                          berwarna kemerahan dan berasal dari hidrogen yang pijar.
                       b. Korona, yaitu lapisan di luar kromosfer yang tampak kemilau.
                           Korona akan tampak jelas pada waktu terjadi gerhana matahari
                           total.
                3.    Noda atau bintik Matahari (sunspot)
                        Bintik matahari merupakan daerah gelap yang  berada di
                       permukaan matahari pada lapisan fotosfer yang memiliki 
                       temperatur yang relatif rendah dibandingkan daerah sekitarnya.



               4.     Flare
                        Flare adalah letupan-letupan cahaya terang yang menyemburkan
                       partikel bermuatan listrik. Aliran partikel listrik ini disebut pula
                       angin matahari.
              5.      Spikula
                        Spikula adalah pancaran gas yang terjadi di dalam kromosfer.
              6.       Prominenses/prominensa
                        Prominenses/prominensa adalah  terpencar dari permukaan
                        matahari yang dapat mencapai ratusan ribu kilometer.
              7.       Protoberans
                        Protoberans adalah lidah-lidah matahari yang ditimbulkan akibat
                       ledakan yang terjadi pada permukaan fotosfer.

#2. PLANET
       Planet merupakan benda angkasa bagian dari tata surya setelah matahari. Sidang Umum Perkumpulan Astronomi Internasional (IAU) ke-26 pada tanggal 25 Agustus 2006 di Praha, membuat persyaratan benda angkasa dikatakan planet bila memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1.   Mengorbit matahari secara jelas dan bersih (tidak ada benda langit lain 
      di orbit tersebut).
2.   Berukuran cukup besar
3.   Mampu mempertahankan bentuk bulatnya.

             Berdasarkan ketentuan tersebut maka planet Pluto tidak lagi menjadi
             anggota planet dalam tata surya karena :
             a.  Ukurannya kecil (telah ditemukan benda angkasa yang hampir sama
                  besarnya dengan pluto yang diberi nama Ceres 2003 UB313).
             b.  Orbitnya memotong orbit planet Neptunus

            Sehingga sekarang dalam tata surya hanya terdapat delapan planet
            yaitu : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan     
            Neptunus. Sedangkan Pluto dimasukkan ke dalam golongan planet  
            kerdil.







PENGELOMPOKAN PLANET

Ada beberapa cara pengelompokan planet , antara lain berdasarkan bumi sebagai pembatas, lintasan asteroid sebagai pembatas, serta ukuran dan komposisi bahan penyusunnya.

Tabel. 2. Pengelompokan Planet
Bumi sebagai pembatas
Lintasan Asteroid sebagai pembatas
Ukuran dan komposisi bahan penyusunnya
Inferior           Superior
Inner               Outer
Terrestrial        Jovian
Merkurius     Mars
                        Jupiter
Venus             Saturnus
                        Uranus
                       Neptunus

Merkurius      Jupiter
Venus             Saturnus
Bumi               Uranus
Mars               Neptunus
Merkurius       Jupiter
Venus               Saturnus
Bumi                Uranus
Mars               Neptunus


CIRI-CIRI PLANET
1. Planet tidak mempunyai cahaya sendiri, tetapi pantulan matahari
2. Bentuknya seperti cakram yang bersinar
3. Planet-planet beredar mengelilingi matahari dengan arah yang sama
4. Lintasan planet berbentuk ellips
5. Kebanyakan planet mempunyai pengiring atau satelit

                       LINTASAN PLANET
            Lintasan planet dipelajari dan dikemukakan oleh Johanes Keppler, yang dikenal dengan hukum Keppler. Ada tiga hukum Keppler yaitu :
1.  Hukum Keppler  I
        Planet-planet beredar mengelilingi matahari dengan lintasan berbentuk   
        ellips dan matahari berada pada salah satu titik fokus atau ellips tersebut.

2.   Hukum Keppler  II
        Pada waktu yang sama garis hubung antara matahari dan planet  
        membentuk daerah atau kotak yang sama besarnya

3.   Hukum Keppler  III
           Pangkat dua waktu peredaran (W2) planet-planet berbanding lurus  
           dengan pangkat tiga jarak rata-rata antara planet itu dengan matahari   
           (d3)


#3. KOMET/BINTANG BEREKOR
      Komet berasal dari bahasa Yunani yaitu Aster kometes
      yang berarti bintang berambut panjang.  
     Komet terdiri dari tiga bagian yaitu :
     1.  Koma (penyelubung berupa kabut)
     2.  Kern (inti) ialah bagian yang lebih terang dari  komet)
     3.  Ekor


     Astronom peneliti komet :
     1.  Tycho Brache
     2.  Kepler
     3.  Edmund Halley
    
     Beberapa nama komet :
     1.  Komet Halley
     2.  Komet Biela
     3.  Komet Donotie
     4.  Komet Enckae
     5.  Komet I Keya Saky


#4.Meteor (shooting stars)
      Meteor merupakan meteroid yang jatuh  ke bumi dan bergesekan dengan atmosfer bumi sehingga menimbulkan cahaya pijar yang terlihat pada malam hari.
     Meteorid adalah benda-benda langit kecil yang mengelilingi matahari dan terdapat di ruang antar planet.
     Meteorid yang sampai ke permukaan bumi disebut meteorit.

5. Asteorid

    Asteroid adalah kumpulan benda-benda angkasa  kecil yang terletak di antara orbit Mars dan jupiter.
    Asteroid ditemukan pertama kali oleh astronom Italia yang bernama Giuseppi Piazzi pada tanggal 1 Januari 1801.

Tidak ada komentar: